Sekilas Tentang Jogja


Siapa sih yang ga kenal Jogja dengan keramah tamahannya? Atau kultur budaya dan pariwisatanya? Ya, kota Jogja memang terkenal. Banyak julukan yang disematkan pada kota yang berada di tengah pulau Jawa bagian selatan ini, diantaranya kota pelajar, kota perjuangan dan kota budaya. Yuk kita bahas satu persatu.

 

Kota Perjuangan 

Bagi anda yang pernah jalan di Malioboro pasti tahu ada sebuah monumen yang letaknya di pojok selatan. Itu adalah monumen Serangan Umum 1 Maret. Monumen ini dibangun untuk memperingati peristiwa perjuangan Bangsa Indonesia dalam merebut kekuasaan penjajah. Pada waktu itu Negara Indonesia dianggap lumpuh oleh Belanda. Untuk membuktikan bahwa Negara Indonesia masih ada maka dilakukan serangan besar-besaran. Serangan ini dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dipimpin oleh Letnan Kolonel Soeharto, Komandan Brigade 10 daerah Wehrkreise III.

Dalam peperangan itu kota Yogyakarta berhasil diduduki oleh TNI selama 6 jam sampai dengan pukul 12.00, sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan berhasilnya Serangan Umum 1 Maret ini maka moril TNI semakin meningkat dan mampu mematahkan propaganda yang dilakukan Belanda. Nah peristiwa itulah yang kemudian membuat Jogja mendapat julukan kota perjuangan dan dibangunnya Monumen Serangan Umum 1 Maret. Sampai sekarang monumen ini sering digunakan untuk memperingati perjuangan Indonesia, khususnya pada hari kemerdekaan Indonesia atau hari pahlawan 10 november.

Kota Pelajar 

Tahu nggak dulu kota Yogyakarta pernah menjadi ibukota Negara Indonesia? Dulu, pada awal tahun 1946 sampai akhir tahun 1949 Yogyakarta pernah menjadi ibukota Negara Indonesia. Yogyakarta pun memikat kedatangan pemuda pemudi dari seluruh penjuru tanah air. Mereka ingin berpartisipasi dalam pembangunan Negara yang baru saja merdeka ini. Nah untuk membangun suatu Negara yang baik diperlukan tenaga-tenaga ahli, terdidik dan terlatih. Karena itu Pemerintah RI kemudian mendirikan Universitas Gadjah Mada, universitas negeri pertama yang lahir di jaman kemerdekaan.

Selanjutnya diikuti pula dengan pendirian akademi di bidang kesenian (Akademi Seni Rupa Indonesia dan Akademi Musik Indonesia, yang sekarang bernama Institut Seni Indonesia), serta sekolah tinggi di bidang agama Islam (Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri, yang sempat berubah nama menjadi IAIN Sunan Kalijaga dan sekarang bernama Universitas Islam Negeri).

Selanjutnya, berbagai jenis lembaga pendidikan negeri maupun swasta bermunculan di Yogyakarta. Hal ini lah yang menjadikan Yogyakarta tumbuh sebagai kota pelajar dan pusat pendidikan.

Saat ini lebih dari 100 perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, ada di Kota Yogyakarta 

Kota Budaya

Pada dasarnya, budaya yang asli dan indah  terdapat di dalam lingkungan istana raja dan di daerah-daerah sekitarnya. Sebagai bekas suatu kerajaan besar, maka Yogyakarta memiliki kesenian dan kebudayaan yang tinggi dan bahkan merupakan pusat serta sumber seni budaya Jawa.

Peninggalan seni-budaya ini masih dapat disaksikan terpahat di monumen-monumen peninggalan sejarah seperti candi-candi, istana, dan tempat-tempat lain yang masih berkaitan dengan kehidupan istana. Sebagian lain tersimpan di museum-museum budaya. Disamping itu kehidupan seni budaya di Yogyakarta tampak dalam kehidupan sehari-hari.